
Judul : Atas dan Bawah : "Topeng dan Keheningan"
Penulis : Subcomandante Marcos
Penerjemah : Ronny Agustinus
Penerbit : Resist Book
Cetakan Pertama : September 2005
Tebal : i - Iiii, 302 Halaman
Inilah sebuah gerakan perlawanan yang belum pernah kita saksikan sebelumnya , sebuah gerakan perlawanan yang menembus batas ruang dan waktu, Atas dan bawah “Topeng dan keheningan” adalah catatan yang menawan tentang komunike – komunike Zapatista melawan Neoliberalisme yang diambil dari buku “Bayang tak berwajah” dan “ Kata adalah Senjata”. Gerakan perlawanan yang membuat KATA memiliki daya dobrak yang luar biasa. Kata – kata itu mulai menjamah semua persoalan dan menghidupkan kembali kesadaran. Kata – kata itu juga telah membangunkan gerakan dari tidur panjangnya. Melalui kata – kata Zapatista telah mengubah spirit perjuangan, dari senjata menjadi pertarungan imajinasi. Zapatista telah membuktikan bahwa gerakan social perlawanan bukan melulu soal aksi kekerasan dan pertempuran. Tapi juga melatih aksara dan menggunakan kata – kata menjadikan kekuatan yang memiliki ketajaman dan mematikan.
Adalah sebuah gerakan perlawanan di meksiko yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Zapatista ( Ejercito Zapatista de Liberacion Nacional atau EZLN ) Dengan juru bicara mereka yang menamakan diri Subcomandante Insurgente Marcos dengan ciri khas topeng ski nya. Zapatista adalah gerakan perlawanan masyarakat petani adat di Chiapas Meksiko yang disebabkan karena ketidak-adilan yang terjadi yang kemudian melahirkan kemiskinan kronis dan gejolak social yang diperparah dengan struktur kekuasan dan politik yang ada di meksiko.
Dalam Deklarasi perang – nya yang diedarkan dalam pamlet berjudul El Despertador Mexicano ( Penggugah Bangsa Meksiko ). EZLN menyerukan perjuangan demi “lapangan kerja, tanah, papan, layanan kesehatan, pendidikan, kemerdekaan, kebebasan, kadilan, dan perdamaian.” Memang tidak ada yang baru dalam tuntutan tersebut, hampir sama dengan inti yang menjadi tujuan gerakan perlawanan di belahan dunia yang lain. Tapi gerakan – gerakan perlawanan lain selalu memandang merebut kekuasaan atas nama rakyat sebagai alat untuk menjalankan program – program mereka entah lewat pemberontakan bersenjata ataupun pemilu demokratis. Tapi EZLN justru tidak menyebut – nyebut soal pengambil – alihan kekuasaan oleh EZLN. Dalam deklarasi perangnya yang dikirimkan ke kantor-kantor pemerintahan dan kantor-kantor berita seluruh dunia tujuan mereka adalah “Merangsek maju ke ibu kota Negara, menggulung tetntara federal, melindungi sipil dalam gerak maju kami dan membiarkan rakyat yang sudah dibebaskan memilih secara demokratis otoritas administratife mereka sendiri”. EZLN membela hak rakyat agar menuntut gerakan revolusioner bersenjata tidak turut campur dalam tatanan sipil. EZLN bukan hendak menihilkan Negara tapi mengeser perimbangan kekuatan kearah gerakan-gerakan demokratis rakyat.
Marcos sepenuhnya sadar bahwa senjata utama Zapatista adalah kata-katanya, melalui kedahsyatan prosanya yang hidup dan imajinatif marcos menuangkan ide ide Zapatista tentantang situasi tekstual gerakan mereka, bercerita tentang kehidupan di desa-desa Zapatista, merenung tentang situasi ekonomi politik dunia dalam era neoliberalisme, bahkan mengarang pelbagai cerpen dan dongeng ditengah esai politik yang serius. Marcos pulalah yang menciptakan tokoh kumbang ksatria bernama “Don Durito dari Rimba Lacandon”. Meski awalnya hanyalah cerpen balasan bagi seorang gadis cilik 10 tahun yang mengiriminya sepucuk gambar, Kisah Don Durito berlanjut menjadi serangkaian epos panjang yang telah diterjemahkan kesedikitnya 8 bahasa dunia.
Secara garis besar dapat dilihat dalam buku ini bagaimana esai-esai Zapatista memberikan alternatife pemikiran pemikiran yang segar dalam konteks globalisasi dimana neoliberalisme telah menancapakan kuku-kuku keserakahannya. Gerakan Zapatista berupaya menafsirkan kembali identitas etnis, kelas dan bangsa, merenegosiasikan syarat-syarat hubungan antara kelompok masyarakat tersebut dengan Negara.